Lion and Tiger


Part VI
Pertemanan dan kesetiakawanan yang melebihi identitas persahabatan yang dipertemukan dalam ideologi yang mengikat yakni kedaulatan rakyat (Sekber). Menjadikan ikatan kita lebih solid yang mampu menggerakkan dan mengerahkan teriakan berbareng bergerak merebut kedaulatan, wujudkan demokrasi tuntaskan revolusi, bersatu kita menggempur bercerai kita menghimpun. Jika singa mereflesikan opininya. Maka, bersiaplah raungan yang dilontarkan menggelegar disegala sudut ruang gelap menjadi pecah dengan pedasnya konsepsi teori dan kritik yang dilontarkan. Sang macan yang angkat bicara. Kemungkinan besar provokasi yang teridentifikasi nilai-nilai keberpihakan akan muncul dengan bahasa romantisme gerakan selayaknya harimau yang sedang menerkam mangsa dari jarak dekat. Dari ujung timur dan barat darah yang terlahir dilingkungan yang berbeda. Namun, berbicara keberpihakan klas tetap sama. Itulah kita berdua yakni singa yang turun dari gunung Halmahera dan harimau yang datang dari rawa hutan Sumatra. Apapun alasannya perjuangan massa merupakan tindak lanjut untuk bersama-sama mencerdaskan dan memberikan penyadaran dengan bunga – bunga perlawanan yang memiliki nilai kedisiplinan dalam loyalitas gerak praksis organisasi. Sekalipun intrik perilaku koja (kopi jahat) mengharuskan singa keluar dan pindah dari kandangnya (kampus). Serta sang macan disergap para pemburu kelas mafia yang mencoba mengejar dan memukuli hingga babak belur dalam beberapa tahun lalu (masuk sel alias penjara).
Commandante 47 yang disandang gelar oleh singa yang begitu getis eksistensinya diluar eksternal organisasi. Sedangkan sang macan Vanguard yang pro internal begitu getir melihat ruang-gerak internal. Bukan mencari nama maupun terdidik kader yang haus dengan kekuasaan. Tapi, konsep berfikir progress dan revolusioner kami berdua mencoba mengkorelasikan progressifitas dalam teori dan revolusioneritas dan praksis yang berbagi dengan identitas massa yang diembarkasi sentralisme demokrasi basis. Historical hegel yang mengajarkan bersedia membantu kelancaran karya Karl Marx. Gerak revolusi lenin buruh dan Mao ze dong desa menyerbu kota dengan petaninya. Ditambah lagi Ernesto che Guevara dan fidel castro melalui pernyataan Lucia Velazquez, salah satu kekasih Fidel Castro, Komentarnya terhadap hubungan yang saling melengkapi Antara Fidel dan Che. “Gairah Fidel untuk Kuba dan Ide – ide revolusioner Guevara saling menyatakan seperti api unggun, dengan nyala yang berkobar-kobar. Yang satu impulsif, yang lainnya pemikir; yang satu emosional dan optimistic, yang lainnya dingin dan skeptic; yang satu hanya terikat dengan Kuba, yang lain terkait dengan kerangka konsep-konsep social ekonomi. Tanpa Ernesto Guevara, Fidel Castro mungkin takkan pernah jadi komunis. Tanpa Fidel Castro, Ernesto Guevara mungkin tak lebih dari teori Marxis, seorang intelektual idealis”.

Marcopolo yang Berlabuh dilautan Hindia

 
Part V 

Jejak CINTA yang hanya berafiliasi fatamorgana simbolitas identitas hanya mampu menghadirkan kasih sayang yang tidak pernah pasti alias abtraksi atas semua segala pusat perhatian. Apapun alasannya Vanguard sadar untuk tidak selalu memaksa dan mengharuskan dia mengisi segala kerinduan yang mendalam. Tapi, bisakah sedikit saja si dia punya rasa simpati dan empati atas apa yang dialami oleh Vanguard.

 Memang harapan kebisuan yang bisa diterima oleh Vanguard yang tiada kata lain dia belum ikhlas mencintai segala kekurangan dan kelebihan Vanguard. Entah apa alasannya Vanguard juga tidak tahu.

Jarak ?
Rasa Takut ?
Ataukah Kasih sayang dimiliki oleh Vanguard kurang meromantiskan rasa cintamu ?

Apapun alasannya lebih baik menderita atas segala harapan mengenai cinta. Daripada terbunuh selalu segala kerinduan. Karena juga tidak respect sama sekali.
"Satu kata PERCUMA".

Sikap tegas atas dari seorang Vanguard. Jangan pernah berharap Vanguard akan berlayar kembali untuk mampir kedermagamu yang setiap waktu selalu menghampiri segala-lini dan waktu yang selalu tulus memberikan inspiratif atas apa yang didengar, dilihat dan dibicarakan.

Kamu hanya mampu melihat dari secercah ditengah laut Vanguard yang terus berlayar ditengah lautan yang berharap Keadilan, Kebenaran, dan Kemanusiaan akan selalu menjadi jaminan mendasar atas kehidupan manusia yang tertindas.

SAVEDomonstrasi Hati...................................................................................................................................

Sekalipun ini diluar konteks kewajaran. Tapi, itulah CINTA yang ternyata kondisi Material sekaligus memperkenalkan kontradiksi pokok dan dasar atas  sikap, perilaku dan keputusan. Singkat kata lebih baik dia menganggap Vanguard seorang penjahat dan mafia yang tidak sesuai harapan.

Mengutip yang dibahasakan oleh kapten kapal laut lebih baik tenggelam didasar laut yang dangkal dari pada lautan yang dalam. Kemungkinan sulit untuk mendapatkan keselamatan.

Stop untuk mencintai tapi tidak untuk dicintai. Karena masih ada alam dan manusia yang terus tertanam nilai-nilai kemerdekaan atas perasaan maupun sikap yang telah ditanamkan sejak lama dalam kepala Vanguard.

"Your Love my intelektual"
"My Love Organization and Ideology (Sekber)"
Piss. Vanguard akan selalu Damai dengan persoalan Konspirasi Hati. Sekalipun itu sakit ...........

 Semoga Vanguard tidak termakan oleh situasi dan kondisi apapun.
Gerak dan lawan...

Persentase Dua Sisi

 
Part IV

Satu sisi yang lebih Relatif disatu sisi Konstruktif. Warna yang penuh dengan identitas pelangi. Diatas pusaran Samudera inilah ada sang Pencari Keadilan berteriak tanpa henti ada apa dengan semuanya. Ketika kekuasaan berselingkuh dengan embarkasi borjuasi. Sana-sini laksana Zombie yang mengukir jutaan janji-janji Dusta nan Palsu. Mungkinkah jutaan makhluk kepeloporan akan menyerahkan segala identitas pemikirannya kesekian manusia diatas manusia yang masih membutuhkan kesejahteraan. Tapi lagi-lagi apakah ada Hitam diatas putih jiwa yang dulu Revolusioner apakah mungkin untuk menjadi Onani. Hanya Rakyat yang menjadi saksi atas semua sumpahmu.

Memang memperjelas keadaan dan situasi itu tidak mudah. Ketika harus berbenturan dengan prinsip. Persepsi demi persepsi akan segera muncul harus bagaimana, seperti apa dan lain-lain.

Solusi yang konkrit daripada dilematis lebih baik memilih jalan yang jelas dengan menciptakan aktivitas tanpa henti satu tujuan Praksis dan Teori. Mengambil istilah orang Malay Nonsen Boring dengan semuanya. Thanks sisipan katan hati dan perasaan yang berrelasi dengan kata hati.

Percikan Metropolitan

Part III

Bicara soal mata ternyata harus menggunakan hati. Atas apa yang dirasa dengan sosok yang paling istimewa. Berharap ini sebuah keberuntungan atas kesadaran saling memiliki dan perhatian yang disepakati bersama melalui media CINTA. Sungguh, kali ini membuat hidup tambah berwarna. Kamu ajari aku untuk selalu teguh dalam perjuangan. Akan selalu setia dengan kesabaran. Sampai pada tahapan kita tidak terus untuk bersamapun. Kau menggodaku lewat senyum dan tawamu yang terus menghantui dalam setiap lamunan.

Memang, aku sang Macan yang terus meraung ketika ada ketidakjelasan segala kontradiksi kehidupan yang harus berpihak dan melawan segala bentuk penindasan. Serta, kamu pernah katakan “kau adalah orang yang sangat menyukai organisasimu. Sehingga, kau tidak punya kesempatan untuk berfikir tentang dirimu sendiri”. Tapi dengan kali ini dan berikutnya. Aku luluh, seumpama besi kau panggangi aku diatas tumpuan Api yang sangat panas yang aku maknai kasih sayang dan bunga dibalik jeritan aktivis gerakan Sang Demonstran.

Aku tak pernah mengganggap pertemuan kita laksana Romeo dan Juliet yang dipertemukan lewat Media Coklat. Tapi, kuanggap pertemuan kita sakral yang dipertemukan dalam kerangka intelektual. Saling memotivasi, terus berfikir yang berkemajuan. Serta berkenginan cita-cita kehidupan yang tinggi demi tercapainya sebuah impian. Atas apa yang kamu inginkan maupun atas apa yang kuideologisasikan.

Ternyata Cinta dibalik perbedaan tidak membuat segala kegundahan. Asalkan aku mengerti atas apa yang kamu kerjakan dan kamu memahami atas apa yang kurelaksasikan.

Bunderan kujadikan saksi. Bila, kuberpaling. Maka, kau bunuhlah aku dengan sejuta kerinduan. Bukan sekedar ucapan ikatan nuranilah yang memberikan keberanian kuberucap demikian.

Bintang Merah yang Pudar dipergelangan Kiri

 
Part II

Persoalan perasaan, terkadang membuat segala sesuatu menjadi rumit. Rumit untuk dilogikakan dan didiskusikan dengan skema yang ingin diilmiahkan. Apapun alasannya jarak yang membuat seseorang marah kepadanya. Sibuk dengan embarkasi dunia yang berbeda antara satu dengan yang lain. Jadi wajar dunia berubah menjadi mendung seketika. Halilintar menggelegar bak tandanya ia marah besar. Apapun alasannya, kata maaf adalah perihal yang ia punya. Lebih dari itu, ingin rasanya membiasakan dia untuk selalu bersabar dengan apa yang dialami sekarang. Keinginan yang paling mendasar adalah ingin rasanya merubah segala kebiasaan dan perilaku yang kamu anggap buruk dihadapanku. Sekalipun kamu tidak pernah percaya dengan apa yang dikalimatkan atas tinta putih yang terus dijanjikan. Berharap apa yang ingin dicita-citakan tidak akan pernah terganggu oleh kenakalan ini My Lovely. Semoga kamu lebih dewasa dan bijak menilai terhadap apa yang kurasakan terhadapmu. Yakin dan percaya Tuhan selalu menyertai orang-orang yang selalu mewarnai hidup dengan Kasih Sayang. Sekalipun dia jarang bertemu. Ingatkah kamu ketika seorang Adam dan Hawa dipisahkan antara satu dengan yang lain. Ketika, mereka diturunkan kedunia. Apa yang membuat mereka bisa bersatu kembali. Itu karena Rasa Cinta yang mendalam tiada henti yang kemudian dijadikan alat pemersatu kembali. Memang hal yang sangat tidak mungkin ketika kuajak dirimu untuk melintasi gelapnya malam. Karena aku tahu kamu punya batas-batasan malam yang mengakibatkan ada syarat ketika kuajak jalan-jalan. Tapi, memang itu kebaikan ketulusanku telah membayar semua terhadap apa yang menjadi keresahan. Lagi-lagi hanya satu pintaku, Ajari aku memagari hidup yang terus berjuang. Agar ada orang yang selalu mengetuk pintu yang masuk dengan mengucapkan salam sejuta ketenangan atas segala kesulitan-kesulitan. Karena aku tidak ingin menjadi orang yang pernah disampaikan oleh soe hok gie dengan kesempatan-kesempatan "Bagiku ada sesuatu yang paling berharga dan hakiki dalam kehidupan: 'dapat mencintai, dapat iba hati, dapat merasai kedukaan'. Tanpa itu semua maka kita tidak lebih dari benda. Berbahagialah orang yang masih mempunyai rasa cinta, yang belum sampai kehilangan benda yang paling bernilai itu. Kalau kita telah kehilangan itu maka absurdlah hidup kita” ― Soe Hok Gie, Catatan Seorang Demonstran. Kutipan yang terkahir “Kita tak pernah menanamkan apa-apa, kita tak'kan pernah kehilangan apa-apa” ― Soe Hok Gie, Soe Hok-Gie...Sekali Lagi: Buku Pesta dan Cinta di Alam Bangsanya.

Temui Dia dijembatan Revolusi

Part 1

Dalam Catatan seorang Vanguard yang meyakini kesetiaannya adalah solusi konkrit dituangkan dalam sebuah Ideologi. Rasa yang dimiliki tidak hanya rasa bertanggung jawab. Tapi, juga rasa adil atas kinerja yang ilmiah dan progresspun akan selalu mendampingi atas kesulitan maupun kekurangan yang selalu menghantui jejak hitam diatas putih seorang Vanguard. 

Ada pertanyaan kecil yang muncul dalam benaknya. Apakah dia siap Mati ?......
Dunia memang penuh dengan nilai kontradiksi......
Pergulatan Klas yang tidak bisa dihindari....
Nilai Historis yang telah banyak menciptakan persepsi......
Sampai pada tahapan ideologipun ada sebuah ilusi......

Pola pikirnya yang diinjak, Fisiknya ditembaki dan sekujur tubuhnya dihancurkan sebuah Atom yang mematikan oleh nilai-nilai kimia yang diperhalus dan dibungkus dengan sedemikian rapi.

Memang, analogi penindasan terkadang sulit dihindari oleh yang namanya kematian. Tapi lagi-lagi bukan sebuah kematian yang harus dituangkan disini. Tapi, hanya kata Revolusi bergerak melawan segala bentuk Tirani. Sekalipun perjuangan butuh keberpihakan yang pasti nan penuh nilai-nilai sebuah konsekuensi.

Teriakan kecil hatinya berkata "Sekali lagi perjuanganku hanya kupersembahkan pada Massa. Massa yang bisa merubahnya. Tanpa mereka Vanguard bukanlah apa-apa dalam forum yang maju maupun organisasi yang tak terasa umurnya semakin larut."

Memang dalam hal internal organisasi sosok revolusioner seorang Vanguard mampu menunjukkan taringnya. Baik angkat bicara strategi maupun solusi.

Tapi, kenapa otaknya seolah-olah terbungkus. Ketika ada orang yang dia kasihi menciptakan dunia bisu tanpa arti sebuah ungkapan. Aku mati dengan sikap dan perilakunya yang sulit dipahami untuk dimaknai sejuta arti. 

Malam yang hanya ditemani frestea didepannya. Apache hobby kesejatian lelaki yang murahan dalam identitas money. Senyumlah yang hanya bisa terrelaksasi dalam bibir dan mata yang membingungkan.

Harapan terbesar atas jiwa-jiwa nan suci yang tanpa harus marah dengan situasi :

"Bintang yang mempertemukan kita,
Cinta yang mempertemukan kita,
Oh Tuhan dengarkan Doa,
Dari Cinta yang terlarang.

Rasa yang mempersatukan kita,
Cinta yang mempertahankan kita,
Oh Tuhan dengarkan Do'a.
Dari Cinta yang terlarang."

Sekalipun terasa sakit disebelah mata kanan. Tapi, tidak ia katakan digenggaman tangan kirinya.

Semoga waktu yang terlalu kejam mendidik seorang Vanguard. Mendidik ia semakin kuat segala situasi dan kondisi. Jika Rakyat yang menolak penggusuran lahan mengharuskan mereka berhadapan dengan tameng dan kawat berduri. Dalam logika seorang Vanguard "Diam_Nya ada persoalan yang berkecamuk ala logika romantisme yang tak pasti. Ampuunnn."

Menggugat MP3EI


Amuk Rakyat (Aliansi Mahasiswa Untuk Kedaulatan) Menggugat
(IPRY KOM- INHIL, SEKBER, SKPM HALSEL, PEMBEBASAN UMY, SPP, Dema UIN, BEM UST dan BEM KM UMY)

MP3EI (Masterplan percepatan dan perluasan pembangunan ekonomi Indonesia) Perpres No. 32 tentang Masterplan Percepatan dan Perluasaan Pembangunan Ekonomi Indonesia (MP3EI) telah ditetapkan langsung oleh presiden yang akan menjadi ekploitasi yang berskala besar dinegara Indonesia. Lewat program MP3EI pemerintah telah melakukan pemetaan Sumber Daya Alam diberbagai lokasi di Indonesia. Pemerintah telah menetapkan enam Koridor Ekonomi (KE). Sumatera menjadi KE sentra- produksi dan pengolahan hasil bumi. Jawa harus mendorong industri dan jasa nasional. Kalimantan Pusat produksi hasil tambang dan lumbung energi. Sulawesi Produksi dan pengolahan hasil pertanian, perkebunan, perikanan, migas dan pertambangan nasional. Bali-Nusa Tenggara Bidang pariwisata, peternakan dan perikanan. Lalu, koridor Papua-kepulauan Maluku adalah lahan pangembangan pangan, peternakan dan perikanan. Disisi yang lain pihak investor asing telah menyiapkan ancang-ancang strategi taktik berlomba-lomba masuk kepengelolaan proyek tersebut. Salah-satunya sejumlah usulan diajukan untuk mempermudah perampokan hasil alam di berbagai daerah di Indonesia.  Mereka menilai, perlunya revisi terhadap beberapa peraturan perundangan, seperti: UU Ketenagakerjaan, UU Pembebasan Lahan untuk Infrastruktur, UU Tata Ruang, UU Kehutanan serta UU Pertambangan.

Anehnya lagi lewat Komite Percepatan dan Perluasan Pembangunan Ekonomi Indonesia (KP3EI) telah berhasil mengganti 17 peraturan yang dinilai menghambat laju pembangunan. Sejumlah peraturan dimaksud, terkait permasalahan agraria, penanaman modal, pertambangan hingga industri. Apapun alasannya terkait proyek MP3EI merupakan program pemerintah yang pro Investor Asing yang bukan pro rakyat. Industri makro yang digadang-gadang sebagai pompa perecepatan ekonomi nasional, tidak lebih dari lembaga yang nantinya banyak menguras kekayaan  Sumber Daya Alam di berbagai daerah. Kemudian, mereka digusur salah-satunya di Kulonprogo. Terkait tambang pasir besi dan Bandara Internasional. Pembakaran lahan yang disengaja (RIAU) oleh pihak perusahaan. Agar memperlancar Industrial perkebunan. Akibatnya, kabut asap yang bencana tersebut dirasakan oleh masyarakat RIAU dan sekitarnya. Lebih dari itu proyek tersebut jelas-jelas akan meliberalisasi segala bidang ekonomi dari sabang sampai marauke dengan kompetisi bebas yang nantinya Indonesia bukan lagi dikenal Negara Agraris. Tapi,basis Industrialisasi. Tentunya pemerintah telah jelas melakukan kebijakan atas nama peningkatan ekonomi, pemerintah tega menggadaikan kekayaan alam yang seharusnya digunakan bagi kepentingan Rakyat. Atas nama pembangunan, masyarakat terancam kehilangan tanah, sawah, laut dan hutannya.Tidak seperti yang dikisahkan pemerintah, bahwa MP3EI merupakan program pengurangan angka kemiskinan dinegara ini. Sebaliknya, konsep pembangunan MP3EI jelas bernuansa private domain, dengan kata lain sejumlah sumber daya alam yang selama ini bisa diakses publik terancam dikuasai korporasi, baik nasional maupun multinasional.

Asumsi tadi, bisa dilihat dari berbagai upaya pemerintah untuk mempermudah penanaman modal, pembebasan lahan hingga pembentukan Kawasan Ekonomi Khusus. Klaim peningkatan ekonomi nasional bisa jadi sebuah program ambisius yang jauh dari keberpihakan pada publik dan lingkungan. Barang tentu, MP3EI akan membawa Indonesia pada neo kolonialisme, suatu saat di mana pribumi menjadi kuli ditanahnya sendiri dan membiarkan korporasi menguras habis tenaga dan sumber daya alam di sekitarnya. Berangkat dari kebijakan MP3EI yang diprogramkan dari 2011- 2025 inilah yang menjadi dasar bagi kita untuk bersatu dan menyampaikan hal yang sebenar-benarnya tentang MP3EI kepada Rakyat. Bahwa MP3EI merupakan proyeksi yang akan menghancurkan kesejahteraan rakyat. Kemudian, membunuh rakyat secara perlahan dengan kemiskinan.

Maka, dari itu kami dari Amuk Rakyat (Aliansi Mahasiswa Untuk Kedaulatan) Menggugat menuntut :

- Land Reform Sejati
2.Tegakkan UUD 1945 Pasal 33 ayat 1-3
3.      Menggugat PP 32 Tahun 2011 tentang MP3EI
4.      Nasionalisasi Aset Asing untuk Kesejahteraan Rakyat
5.      Adili dan Cabut izin perusahaan yang terlibat pembakaran hutan dan lahan di RIAU
6.      Tolak penambangan pasir besi dan Bandara di Kulon Progo

Relokasi Distribusi Film Indie




“Ah, film itu betul-betul cuma tempat cari makan saja,
bukan untuk memperjuangkan cita-cita”
Wahyu Sihombing

Bicara mengenai film Indie memang tiada habisnya. Apalagi diindonesia yang memang banyak dibanjiri oleh kalangan remaja maupun mahasiswa untuk berlomba-lomba berkreatifitas memproduksi film Indie.Namun, bila film sudah terrealisasi para pekerja film Indie kesulitan merelokasi distribusi film indie. Alasannya adalah :
1. Film indie lebih mengedepankan independentsial serta tidak ternaungi oleh perusahaan swasta (PT dan CV) serta dana dari perseorangan dan sekelompok orang.

2. Dikarenakan Film indie tidak dinaungi oleh perusahaan maupun naungan apapun. Sehingga memunculkan persepsi para filmmaker tidak berada dalam tuntutan yang mengharuskan mereka mendirect film sesuai dengan kemauan.

3. Kepastian banjirnya perusahaan film membuat segala komunitas film. Termasuk Indie harus berkompetisi hebat dengan karyanya untuk bersaing dengan produksi film indie (Film Mayor). Kesulitan didalam pendistribusian dan pengrelokasian film indie, dikarenakan tidak memiliki instansi yang jelas, dan kesulitan untuk mendistribusikan film mereka dari persaingan film mayor yang memang memiliki modal besar dalam pendistribusiannya. Masyarakatpun juga memilki kesulitan dalam menonton film indie, dikarenakan publikasi dalam filmnya sangat terbatas, hingga penonton memilih untuk menonton film-film mayor yang sering ada di bioskop-bioskop, launching besar-besaran, hingga memasang iklan di media televisi, radio, cetak, dan lain-lain. Di Indonesia semarak film indie cukup besar, karena cukup banyak komunitas-komunitas film terlebih di kota seperti Jogjakarta. Namun para filmmaker dan sineas itu tetap memilki kesulitan dalam pengrelokasian distribusi filmnya.
Suasana yang komplit relokasia distribusipun pasti tetap berjalan. Salah-satunya masih ada tempat komunitas film indie di Indonesia saling mengadakan festival film indie dan pendek, untuk menampung karya-karya dan membangkitakan semangat para sineas Indonesia Contohnya: Festival Film Solo, Jogja Asian Film Festival, dan lain-lain. Brand-brand ternama seperti rokok, toko buku, distro, dan lain-lain juga berlomba-lomba untuk membuat festival film indie demi meningkatkan karya film-film indie. Contohnya saja : Festival Film LA indie movie, Festival Film Pendek Fiksi Naratif yang diselenggarakan Gramedia.
Komunitas-komunitas film indie juga mengupayakan film dengan menscreening dan melaunching film-film mereka. Comtohnya : bekerja sama dengan perguruan tinggi yang memilki jurusan komunikasi, broadcasting, perfilman , dan lain-lain, agar film mereka dapat ditonton oleh masyarakat. Indie tidak terlepas dengan arti kesederhanaan, saking sederhananya para filmmaker indie banyak yang membuat karya-karya tanpa memikirkan keuntungan. Mereka memilki pendapat, bahwa bila masyarakat sudah ingin duduk manis untuk menonton film mereka sudah mampu membuat mereka sangat berharga. Namun, kapan film indie Indonesia dapat dihargai seperti film mayor lainnya? Padahal, film indie banyak yang jauh berkualitas daripada film mayor yang banyak nilai dampak negative dari pada positifnya. Perubahan yang memang harus dilakukan oleh para sineas untuk mendistribusikan film indie dapat dilakukan dengan cara membuat bioskop-bioskop kecil yang dapat berguna untuk pengeksebisian film tersebut. Hingga film indie dapat ditonton dan lebih dihargai seperti film mayor lainnya. Dan pejabat yang mengurusi perfilman di Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) dapat memberikan kontribusi kepada film maker indie Indonesia.