Penuh Misteri Siapa Dia dan Saya


Dia seperti Jenny Istrinya Marx

Embun pagi menyapa kota Jogja. Jalan Solo sepi oleh hiruk-pikuk kendaraan. Sambil melamun, berkeinginan untuk menulis sesuatu yang tidak pernah lekang oleh waktu. Apakah itu ?

Jawabannya siapa lagi Sang Dewi pemerhati diri seorang Vanguard yang selalu setia mengidentifikasi Vanguard lagi berbuat apa ? sudah makan ? sudah tidur ? jangan begadang yea. Hemz, rasanya dunia sosok ibu yang begitu jauh dari jarakku yakni di pulau Sumatra. Sekarang mendapatkan sosok pengganti sosok apa yea lebih pasnya ? Kuturuti saja kata-katanya kita jalani saja dulu. 

Memang dunia untuk saat ini lagi diterpa bencana dan pemarjinalisasian manusia atas manusia ada dimana-dimana. Tapi, mengapa ada situasi yang berbeda Antara Saya dan Dia. Mungkin legalitas perasaan kedua Sijoli yang belum sempat dipersatukan tersebut apakah memang sama alias punya prinsip kehidupan yang sama ?

Ada Statement yang sulit untukku lupa :

“Sekarang aja aku udah rasain Sona ada didekatku”

Seandainya dia itu benar-benar ada mungkin dunia tidak lagi-lagi berfatamorgana. Tapi, lagi dan lagi saya penasaran Siapa Dia ? Apapun alasannya berbuat yang terbaik untuknya adalah solusi yang konkrit sekalipun belum bisa bertemu secara fakta.

Mau kamu sudah berangkat kerja atau belum dan aku mau berangkat ngampus sedikitpun tidak pernah terlintas Antara aku dan kamu untuk saling lupa yang ada hanyalah saling sapa. Kesemuanya itu dimungkinkan karena kepolosan masing-masing internal kepribadian yang ditemukan dalam wadah fatamorgana. Woww, kejam Yeach

Berangkat atas dasar keberanian perlawanan kiyai Pangeran diponegoro Yogyakarta yang berani diasingkan demi terusirnya kolonialisasi belanda yang benar-benar menindas. Maka, untuk sementara saya akan mengidentifikasi lebih jelas siapa itu Hasanuddin sekaligus juga Arung Palakka yang kamu itu hidup dan makan bahkan bermukim didaerah perlawanan tersebut. 

Ada apa dipulau huruf K ditengah-tengah lautan pulau Jawa. Hemz, mungkin hanya ada literatur Ksatria Arung Palakka dan Sultan Hasanuddin yang dikenal oleh dunia. Dugaan itu salah bila perhatianmu seperti perwayangan legenda Mahadewa dan Istrinya. Yea, memang ini segelimat kata-kata pujangga biasa yang berharap dia bahagia selalu. Tanpa harus mengenal siapa anda dan saya. Kalangan kerabat dan sahabat semua tertanya-tanya siapa dia. Entahlah, pastinya dia manusia. Cuman, memang manusia yang jauh dari penglihatan dari kasat mata nan jauh disana. Apapun itu saya serahkan pada yang maha kuasa yang maha mendengar dan maha melihat. Semoga saja kata-kata mutiara dan manja selalu menjadi do’a untukmu saya dan dia. Sumatra memang luas tapi disanalah garangnya macan Sumatra. Namun, disebalik itu semua dunia sastra memang sejak dulu hingga kini hanya itu senjata yang kami punya.








0 komentar:

Posting Komentar