Dimana rezim penguasa komprador kapitalisme berkuasa. Maka, disitulah Revolusi atau Mati diteriakkan


Refleksi seorang Vanguard intelektual rakyat berselasih ditempat pelarian Pangeran Diponegoro (Goa Selarong) yang informasi sejarah menyatakan dia pernah diintimidasi dan dikejar-kejar oleh kolonial belanda. Ketika memasuki pintu gerbang tempat wisata sejarah tersebut. Mata tertuju dengan sosok patung Pangeran Diponegoro yang berdiri gagah. Keris dipinggang, Sorban yang dililitkan dileher, seolah-olah refleksi "serang" , serta ayunan kaki kuda gambaran kendaraan yang dia gunakan.

Selintas pesan yang pernah dia ungkapkan :

"Pesan untuk anak-anakku tercinta,
Anakku,...Jadilah kau Macan Galak....!!!!
Tapi, jangan "Clhutak". Jangan kau makan bangkai,
Apalagi bangkai busuk persembahan....
Karena Taringmu akan patah dan lepas.
Sehingga kau tidak bisa mengaum dengan Garang....!!!!

Apapun isi pesannya. Hanya satu perihal yang membuat seorang demonstran tergila-gila beragitasi dab berproganda. Seorang sastrawan Prmoedya Anantoer pernah mengatakan :

“Orang boleh pandai setinggi langit. Tapi, selama ia tidak menulis, ia akan hilang didalam masyarakat dan dari sejarah. Menulis adalah bekerja untuk keabadian”.

Berangkat dari pernyataan tersebut. Disinilah awal penulis Blog ini ingin menyampaikan sesuatu perihal yang penting. Tapi, tetap menggunakan bahasa rakyat. “wong tani” alias non jenis-jenis tulisan serba-serbi kampus yang akademik. Agar, mempermudah pembaca untuk memahami isi pesan informasi yang disampaikan.

Kelanjutan penulisan. Sang penulis sempat dikejutkan dengan getaran gempa dikamar kost-kostannya. Pukul 13:34 WIB = 25 Januari 2013 (pusat gempa Kebumen-Jateng). Direstui atau tidak tulisannya. Tapi, yang jelas sekarang memang musiman musibah. Banjir yang terjadi di Subang, Jakarta dan sekitarnya. Bahkan, tidak lengang dari kita. Informasi letusan gunung merapi sinabung Sumatera Utara yang mengakibatkan ribuan masyarakat untuk tinggal dipengungsian.

Pakar BMKG mengatakan, hujan yang mengakibatkan banjir. Tidak lain dan tidak bukan dikarenakan persoalan resapan curah air hujan yang masih kurang. Sehingga, mengakibatkan air tergenang dan mendatangkan banjir. Itu tandanya, mengharuskan pemerintah daerah setempat untuk mengurangi kepadatan bangunan kota yang harus diimbangi dengan proses penghijauan. Pertanyaannya, apa ia pemilik bangunan ingin dipindahkan ? kayaknya hanya penggusuran “wong kecil” saja pemerintah tanggap dan cepat. Kalo, pemilik modal. Kayaknya negoisiasinya panjang bahkan lebar-selebarnya.

Persoalan letusan merapi. Ini tidak bisa lepas dari kajian Vulkanologi itu sendiri. Yang memang, bila dianalisis dari sisi historisnya kebelakang. Terbentuknya benua dan samudera yang mengakibatkan magma itu keluar. Endingnya, magma itu mampet. Keluar dan melakukan ledakan yang disebut cairannya lahar atau Wedus Gembel. Apalagi, geografis Indonesia yang berada diposisi garis khatulistiwa. Kemudian, gunung merapi memang banyak yang aktif diindonesia. Dalam catatan sejarah terngiang ditelinga kita dilaut Sunda (Krakatau) yang historisnya dia pernah meledakkan gunungnya sekuat tiga kali lipat dari Nagasaki dan Hiroshima. Alasannya, itu memang karena dia terlalu mampet. Jadi, sekali meletus, pastinya luar biasa. Kesimpulannya dia harus sering meletus. Agar, magmanya tidak mampet terlalu lama. Kemudian, menjadi kewajiban kita untuk melakukan solidaritas terhadap tragedy kemanusiaan bencana alam dimanapun itu terjadi. “save pengungsi bencana”

Ada yang lebih menarik. Jika anda, tidak ingin bencana itu terjadi dari ulah tangan manusia dengan sengaja melegislasikan kebijakannya untuk kepentingan para pemodal dan rezim penguasa.

Pidato pembukaan presiden republic Indonesia pada pertemuan Chief Executive Officer (CEO) APEC, Nusa Dua, Bali 6 oktober 2013.

“akhirnya, dalam kapasitas saya sebagai kepala pemasaran perusahaan Indonesia Chief Sales Person of Indonesia Inc. Saya mengundang anda untuk memperbesar bisnis dan kesempatan investasi di Indonesia.”
Pidato tersebut, tidak lain dan tidak bukan adalah proyek MP3EI yang ditawarkan langsung oleh presiden Indonesia kepada pemilik modal.

MP3EI adalah Master Plan, Percepatan, Pembangunan, Ekonomi Indonesia. Yang mencakup tiga elemen utama yaitu :

1. Mengembangkan potensi ekonomi diwilayah di 6 (enam) koridor ekonomi Indonesia, yaitu koridor ekonomi sumatera, koridor ekonomi jawa, koridor ekonomi Kalimantan, koridor ekonomi Sulawesi, koridor ekonomi bali, nusa tenggara-Kepulauan Maluku.

2. Memperkuat konektivitas nasional yang terintegrasi secara local dan terhubung secara global (locally integrated, globally connected)

3. Memperkuat SDM dan IPTEK nasional untuk mendukung pengembangan program utama disetiap koridor ekonomi.

Kemudian, 8 program utama yang akan dijual kepara pemodal dan 22 kegiatan ekonomi utama yang akan digadaikan keasing.

1. Pertanian
2. Pertambangan
3. Energy
4. Industry
5. Kelautan
6. Pariwisata
7. Telematika
8. Pengembangan kawasan strategis===

1. Telematika
2. Perkapalan
3. Tekstil
4. Makanan dan minuman
5. Besi baja
6. Alutsista
7. Kelapa sawit
8. Karet
9. Kakao
10. Peternakan
11. Perkayuan
12. Minyak dan gas
13. Batu bara
14. Nikel
15. Tembaga
16. Bauksit
17. Perikanan
18. Pariwisata
19. Pertanian pangan
20. Jabodetabek-area
21. KSN selat sunda
22. Peralatan transportasi

Mengutip kalimat “it is better to die free than to live in slavery”. Ethiopia must be free, blackman must bee free”. 350 tahun kita dijajah colonial belanda dan tiga setengah tahun kita bekerja di Romusha jepang. Tentunya harapan besar yang sama apa yang diharapkan bangsa Ethiopia. Tapi, haruskah kekayaan alam kita tergadaikan begitu saja oleh MP3EI. Saya ajak anda membolak-balik data berikut :




Tontonlah Video Berikut :

1.

2.

3.

========================================================================
Tentunya juga MP3EI yang berisi kepentingan otak penguasa dan para pemodal sangat bertentangan konstitusi yang berlaku diindonesia. Bunyi pasal 33 UUD 1945 sebagai berikut .

1. Perekonomian disusun sebagai usaha bersama berdasar atas azas kekeluargaan.

2. Cabang-cabang produksi yang penting bagi Negara dan yang menguasai hajat hidup orang banyak dikuasai oleh Negara.

3. Bumi, air dan kekayaan alam yang terkandung didalamnya dikuasai oleh Negara dan dipergunakan untuk sebesar-besarnya kemakmuran rakyat.

4. Perekonomian nasional diselenggarakan berdasar atas demokrasi ekonomi dengan prinsip kebersamaan, efisiensi berkeadilan, berkelanjutan, berwawasan lingkungan, kemandirian, serta dengan menjaga keseimbangan kemajuan dan kesatuan ekonomi nasional.

5. Ketentuan lebih lanjut mengenai pelaksanaan pasal ini diatur dalam undang-undang.

Demikian pasal 33 ayat (1), (2), (3), (4), dan (5) Undang-undang Dasar 1945.

Penjelasan pasal 33 menyebutkan bahwa “dalam pasal 33 tercantum dasar demokrasi ekonomi, produksi dikerjakan oleh semua, untuk semua dibawah pimpinan atau penilikan anggota-anggota masyarakat. Kemakmuran masyarakat-lah yang diutamakan, bukan kemakmuran orang seorang”. Selanjutnya dikatakan bahwa “Bumi dan air dan kekayaan alam yang terkandung dalam bumi adalah pokok-pokok kemakmuran rakyat. Sebab itu harus dikuasai oleh Negara dan dipergunakan untuk sebesar-besarnya kemakmuran rakyat”.

Sehingga, sebenarnya secara tegas Pasal 33 UUD 1945 beserta penjelasannya, melarang adanya penguasaan sumber daya alam ditangan orang-seorang. Dengan kata lain monopoli, oligopoli maupun praktek kartel dalam bidang pengelolaan sumber dayya alam adalah bertentangan dengan prinsip pasal 33.

==================================================================

"Sekali lagi pesan dari kaum se-intelektual jagad raya yang setia berteriak pada Kedaulatan Rakyat. Sebarkan dan bumingkan isu tersebut sebagai petisi atas merajalelanya Kapitalisme yang menjajah, membunuh segala Kehidupan Rakyat."

=========

My Lovely Yang Tersayang

Sayang …
Andaikan kamu dekat dengan aku…
Ingin rasanya ku membicarakan sesuatu.
Tapi, sementara waktu kamu jauh…
Bukan berarti jarak yang membuat aku tidak mampu bicara…
Tapi, karena perasaanku denganmulah membuat tanganku bergerak menulis dan mengungkapkan sesuatu…

Hemz, sungguh. Kamu mampu membuat aku gila. Gila dengan rasa penasaranku terhadapmu. Emang, dunia semakin aneh. Walaupun, rasa itu datang didunia online hanya di akun facebook. Tapi, sudah seribu kata kuungkapkan kata Cinta. Luar biasa…Sayang…

Kamu champion sayang…
Jika kamu Real Madrid. Saya FC Barcelona. Hehehe. Kamu pasang Cristhiano Ronaldo untuk menendang segala kebodohanku mengenal banyak hal apa itu Cinta ?

Memang, sebelumnya aku sangat tabu dengan dunia yang mampu merelaksasikan kalimat 5 kata yang semua manusia berharap cinta itu benar-benar ada.

Ibarat Adam dan Hawa yang tidak mau merasa dipisahkan antara satu dengan yang lain.
Termasuk aku….sayang….
Jika, kamu menginginkan aku yang pertama dan terakhirmu….
Aku siap My Lovely….
Asalkan kamu menerima dan mau mengkritikku atas semua kekuranganku….
Kuharap kamu tulus menjadikan aku fans terberatmu….
Disetiap saat, detik, bahkan kapan, dan dimanapun.

Sekali lagi Makasih My Lovely….atas semuanya….


From


====My Lovely====

Bertani atau Mati, "Lawan Perusahaan Tambang"


Hari demi hari…
Petani menjadi serba salah…
Serba kalah…
Dan serba tidak memiliki hak…

Hak atas kemerdekaan hidup…
Hak atas tempat tinggal…
Serta hak untuk bercocok tanam…
Namun, ketika alat traktor itu datang,
Mereka resah, didera begitu banyak pertanyaan…
Apakah, seorang Tani diharuskan menjadi orang yang terbelakang, termarjinalisasikan, serta teralienalisasikan oleh kemerdekaan penguasaan lahan.

Ternyata,
Mulut mereka dibungkam,
Kekritisan mereka dipenjarakan,
Serta, kaki dan tangan mereka dipasung…
Tanpa ada kejelasan Hak Asasi Kemanusiaan.

Memang,
Seorang Tani sekolahnya dilahan,
Cangkul dan parang dijadikan tombak pengetahuan.
Tapi, ketika perusahaan tambang itu datang…
Itulah awal matinya keadilan kerakyatan…

Ini bukanlah takdir kawan…
Maupun takaran rezeki yang harus diempu oleh kaum Tani.
Namun, inilah ketertindasan manusia atas manusia yang masih berlaku.
Jika, penggusuran lahan, pendiskriminalisasian, dan pemiskinan masih ada dibumi pertiwi dan seantero…

350 tahun kita dijajah oleh colonial Belanda,
Tiga setengah tahun kita dipaksa bekerja di Romusha Jepang,
Kemudian hari, kita masih dibelenggu oleh kekuatan perang perusahaan tambang…
Yang terus mengekspansi, mengeksploitasi, dan memprivatisasi lahan yang seharusnya dimiliki oleh kaum Tani dan anak negeri.

Alam dicemari,
Gunung diledaki,
HAM dikebiri,
Hukum dimata mereka, hanyalah sebuah mimpi,
Mimpi yang termanifestasi untuk kepentingan penguasa dan pemilik modal ujung negeri.

Lalu, kaum Tani milik siapa ?
Dimana mereka harus mengadu ?
Siapa yang harus melindungi mereka ?

Lagi-lagi rakyat dijadikan Boneka…
Boneka mati yang tak bernyawa…
Turun kejalan adalah menjadi jawaban.
Walaupun, tameng dan senjata telah dipersiapkan menghadang…
Segera mencabut nyawa-nyawa manusia yang tidak berdosa.

Jika ditanya siapa yang harus bertanggung jawab atas tambang Kulon Progo ?
Lapindo ? Diskriminasi Petani Kebumen ? Sertifikat Hak atas Tanah di Banjarnegara ?
Semuanya…Relaksasinya hanya nihil, mustahil kemerdekaan alat produksi yang dikuasai oleh perusahaan tambang mampu mendatangkan kalimat “sejahtera” bagi kaum Tani.

Lagi-lagi…
Lawan dan lawan adalah studi konkrit,
Mengintensifitaskan identitas perlawanan kaum Tani terhadap tambang.
Agar, tambang tidak merajalela, mengikis, dan membunuh kehidupan sekian juta umat manusia dimuka bumi………………

------------------------------------------------------------------------
“Hidup Rakyat…
Bertani atau Mati
Hidup Rakyat yang anti tambang”
--------------------------------------------------------------------------------

Selagi, penindasan membunuh keberadaan Kedaulatan Rakyat.
Maka, selama bulu kudukku berdiri…
Bukan, berarti takut. Tapi, rela menyerahkan nyawa dan jatidiri mengabdi meluluhlantahkan
Perlawanan. Kirimkan rudal suara “LAWAN” Tambang yang membunuh dan menindas.
(kalimat sejati Vanguard Kedaulatan Rakyat)

=====19 Januari 2014, dibaca di Nol Kilemeter. Solidaritas Mahasiswa Yogyakarta menolak Tambang===




Refleksi 2014 "My Country Indonesia"


Pesta kembang api menjadi simbol bagi pergantian tahun baru yang dirayakan hampir semua orang indonesia bahkan seluruh dunia. Sebagai tanda menyambut tahun yang akan datang. namun, terlepas dari hal itu banyak perihal penting yang menjadi refleksi ditahun baru 2014 yang seharusnya mereka tahu. Pertama, Penggusuran dan Perampasan Lahan. Kedua, Naiknya Harga Barang. Ketiga, proyeksi Free Trade.

Penggusuran dan perampasan lahan memang tidak pernah usai untuk diliput oleh media. Kasus yang terjadi di Suku Anak Dalam Jambi beberapa minggu yang lalu pengusiran mereka dan keluarganya secara paksa dari lahannya. Kulon Progo bercokolnya PT JMI Magasa Iron yang mengancam pertanian serta kehidupan masyarakat yang ada dipesisir Kulon Progo. Banjar negara dengan HGU PT Pakisadji Banyumas yang telah habis masa kontraknya 2011. Namun, setela h diduduki oleh masyarakat yang ada disana sekitar 22 Tahun yang lalu. Ketika, ingin dijadikan hak milik oleh warga dipersulit oleh pemerintah daerah. Tentunya, penggusuran dan perampasan lahan yang terjadi menjadi cerminan kondisi realitas yang tidak berpihak pada kedaulatan rakyat terus saja dipinggirkan.

Gas elpiji 12 kg yang naik dengan harga Rp 130,000,-. Kebijakan BPJS yang baru saja digulirkan, MP3EI laksana disajikan seperti makanan yang akan diproyeksikan dipenjuru pulau yang ada diindonesia. Kemudian, banyak problematika yang nantinya merongrong ditahun 2014. Khususnya di Indonesia.

Salah satu persoalan yang harus menjadi refleksi kita bersama bahwa Indonesia masih tersangkut Hutang Nov 2013. 2354,54 Triliun terus Naik (34,26) Persen. Total Aset 18% dikuasai oleh asing. Dibidang Perbankan 50% juga dikuasai oleh asing. Kekayaan Migas 75% dikuasai oleh asing. Telekomunikasi 70% dikelola oleh asing. .Kekayaan Emas dan tembaga 85% dikuasai asing. Serta Kemiskinan 65 Juta jiwa yang masih diterpa kelaparan dan tidak punya tempat tinggal dan pekerjaan. APBN -P- 1,726,19 Triliun (yang diperuntukkan belanja birokrasi pemerintah). Ditahu 2004-2013 saja tidak bisa kita lupakan bahwa 618 Konflik masalah pertanaham yang ada diindonesia dengan lahan yang digusur seluas 2,399.31449 Hektar. Kemudian membuat para petani dijadikan Korban sebanyak 731,342 KK. Ada yang 366 orang Luka ringan. Kemudian, 63 orang Luka berat. Setelah itu juga terjadi Penyusutan keluarga tani. 31,17 Juta (2003) menjadi 26,13 Juta (2013)= 500 KK pertahun. Ini menunjukkan bahwa Indonesia akan dipaksakan untuk dijadikan negara basis industrial yang sengaja menghilangkan identitas kedaulatan rakyat baik buruh, petani dan elemen masyarakat lainnya. Persoalan didunia pendidikan juga tidak lepas terbersit dari telinga kita semua dengan ditetapkan kebijakan UU PT (undang-undang Perguruan Tinggi) yang berujung privatisasi dan liberalisasi dunia pendidikan. MEA yang dicanangkan 2015. Serta WTO dan Apec yang baru saja diadakan pertemuan dibali beberapa bulan yang lalu. Berangkat dari realitas yang ada mengharuskan kita untuk melakukan Refleksi atas penggesuran penindasan yang terjadi ditahun 2013 yang lalu. Ada perihal penting yang menjadi tombak untuk menutup kran penindasan ini terjadi. Hanya ada satu kata “LAWAN”. Lawan yang dituangkan dalam bentuk teoritik ke praksis social. “Hidup kaum Intelektual yang Berlawan ……….!!!! 

Vilma Espin

Vilma Espin bernama lengkap VIlma Espin Guillois yang terlahir pada tgl 7 April 1930 di Santiago de Cuba. Ia lahir dari keluarga pengacara, ayahnya adalah seorang pengara untuk keluarga Bacardi. Vilma kemudian mengenyam pendidikan di Universidad Santiago de Oriente dan setelah lulus memilih belajar di MIT, Boston, jurusan teknik kimia. Vilma menjadi salah satu perempuan Kuba yang mengenyam pendidikan tinggi di jurusan Kimia. Selama kuliah di MIT, ia banyak terlibat dalam aktivitas pengorganisiran dan pada tahun 1956 ia meninggalkan kuliahnya di MIT setelah bertemu dengan Frank Pais di Havana, salah seorang pimpinan revolusi yang melawan kudeta 1952 yang akhirnya mengantarkan Batista kembali berkuasa. Frank Pais lah yang memberi pengaruh besar bagi seorang Vilma Espin untuk juga terjun di dunia aktivis melawan kediktatoran di Kuba.
Pertemuannya dengan Frank Pais mengantarkan Vilma Espin sebagai pemimpin gerakan perjuangan di provinsi Oriente. Perannya tidaklah kecil, Vilma bertugas membawa pesan antara gerakan dan Gerakan 26 Juli yang dipimpin oleh Fidel Castro yang telah pindah ke Meksiko guna merancang invasi di masa depan.
Selama satu tahun pula, Vilma Espin menjadi wakil Pais di Santiago dan mengambil alih posisi Pais setelah Pais terbunuh oleh polisi ketika terlibat dalam aksi massa di jalan. Dengan menggunakan nama bawah tanah “Deborah”, Vilma Espin menjadi kunci gerakan bawah tanah yang berkomunikasi dengan Fidel Castro. Tugasnya di bawah tanah ini adalah pekerjaan yang berbahaya. Lebih berbahaya dari bergerilya karena resikonya yang besar. Vilma harus mengatur dan memastikan pengiriman obat-obatan, uang dan senjata ke pegunungan berjalan lancar dan aman. Ia juga bisa bertindak tegas pada orang yang dicurigai sebagai informan atau mata-mata penguasa. Pada pertengahan tahun 1958, Santiago menjadi tempat yang tidak aman bagi Vilma, sehingga ia harus pergi ke pengunungan dengan pasukan bersenjata yang dipimpin oleh Raul Castro.
Vilma kemudian membantu perjuangan di pegunungan Sierra Maestra setelah gerakan 26 juli kembali ke Kuba dengan yacht Granma. Tugas pembawa pesan diserahkan pada Vilma, karena ia menguasai bahasa Inggris dan kadang menjadi interpreter ketika jurnalis Amerika datang ke pegunungan untuk menulis tentang perjuangan gerilya Kuba Kemudian, Ia dan Raul Castro menikah pada 1959. Pernikahannya dengan Raul Castro ini berlangsung 4 bulan setelah Batista terguling dan Castro bersaudara menjadi penguasa. Meski kemudian, ia akhirnya bercerai dengan Raul Castro namun mereka tetap muncul bersama dan pemerintah Kuba tidak pernah menanyakan status pernikahan mereka. Di acara pemakaman Vilma, tampak mata Raul Castro penuh dengan air mata. Seorang teman menyebut Vilma sebagai seorang gadis yang sederhana, namun kepribadiannya yang kuat membuatnya menjadi seorang pemimpin revolusioner.
Vilma Espin adalah figur revolusi. Fotonya dengan membawa senapan ketika masih bergerilya di pengunungan menginspirasi banyak perempuan. Hal ini merubah gambaran perempuan Kuba pada umumnya. Namun, ia tetap Latar belakang pendidikannya membuat ia memiliki peran publik di pemerintahan baru hasil revolusi. Pada tahun 1960, Vilma Espin mendirikan Federasi Perempuan Kuba dan menjadi presiden organisasi ini hingga ia meninggal. Organisasi ini diakui sebagai organisasi non pemerintah yang memiliki anggota sebanyak tiga setenah juta perempuan. Vilma selama hidupnya menjadi figur internasional dalam memperjuangkan hak – hak perempuan. Dalam Konferensi Perempuan Internasional di Mexico City pada 1975, ia sempat berbicara “Kami telah memenuhi segala hal tentang hak perempuan, yang disampaikan di konferensi ini. Perempuan adalah bagian dari rakyat, dan tanpa bicara tentang politik, anda tidak akan pernah merubah apapun”. Ann Louise Bardach, seorang penulis yang mewawancarai Vilma pada awal tahun 1990an untuk bukuinya “Rahasia Kuba”, menyatakan bahwa Vilma Espin adalah perempuan yang menyadari bahwa dirinya adalah “First Lady Kuba”. Latar belakangnya, pernikahannya dengan tokoh revolusi Kuba serta prestasinya menjadikan Vilma sebagai “First lady Kuba”.

Pada tahun 1986, Espin menjadi perempuan pertama yagn terpilih sebagai anggota Polit Biro Partai Komunis Kuba, sebuah badan pengambil keputusan tertinggi di Kuba. Meski posisi ini ia raih di akhir karirnya, dan terkesan terlambat, namun posisi itu adalah buah dari kerja kerasnya semenjak menjadi pimpinan perjuangan gerilya di tahun 1950an menggulingkan kediktatoran Batista. Selain dikenal sebagai pejuang gerilya, Vilma Espin juga dikenal sebagai seorang organisir dan diplomat. Vilma Espin adalah sosok diplomat yang ideal bagi negaranya setelah Castro berkuasa pada tahun 1959. Selama lebih dari 4 dekade, Vilma Espin memegang peran sebagai ‘first lady Kuba” (ibu negara Kuba) setelah Fidel bercerai.

Peran Vilma Espin sendiri dalam gerakan perempuan terbilang besar. Ia meningkatkan derajat perempuan di dalam masyarakat dengan mengupayakan kesetaraan antara lelaki dan perempuan. Ia menyuarakan agar ada kebijakan kesehatan dan perawatan anak serta kebijakan pendidikan bagi perempuan. Ia bahkan berhasil meloloskan Undang-Undang Keluarga Kuba di tahun 1975 yang menyatakan bahwa lelaki juga memiliki kewajiban yang sama dengan perempuan di dalam keluarga seperti merawat anak. Namun demikian, masih beberapa hal yang belum bisa dicapai oleh gerakan perempuan Kuba. Dalam bukunya, Ann Fergusson menulis bahwa di Kuba untuk ukuran negeri dunia ke tiga telah berhasil menerapkan sistem pendidikan gratis yang memberi akses bagi perempuan untuk menjadi pekerja di bidang teknik dan menempati bidang profesional, namun posisi pekerjaan tertinggi seperti manager, supervisor masih banyak ditempati kaum lelaki meski secara hukum sudah dilabeli sebagai pekerjaan feminin.

Pada tahun 2000, Vilma tampil sebagai juru bicara ketika anak Kuba berusia 6 tahun, Elian Gonzales, kembali kepada ayahnya di Kuba. Seperti yang diberitakan media, anak lelaki ini menjadi fokus pemberitaan internasional terkait pertikaian kuba dan Amerika Serikat. Pengaruh Vilma Espin semakin besar di negeri itu ketika Raul Castro diserahi tugas kepresidenan pada bulan juli 2006. Tahun itu, Fidel Castro menyerahkan kekuasaannya kepada Raul Castro setelah operasi ganda yang dijalaninya. Vilma Espin dan Raul Castro dianugerahi 4 anak. Salah satunya adalah Mariela Castro Espin, Kepala Pusat Nasional Kuba untuk Pendidikan Seks. Di tahun yang sama, tahun 2000, ia berkesempatan mengunjungi Panama, dimana ia menghadiri peretemuan menteri perempuan dalam mengadopsi dan menerapkan kebijakan terkait perempuan. Pertemuan ini merupakan persiapan bagi Pertemuan Amerika – Ibero ke 5, yang diadakan pada tahun itu di Panama. Ia juga turut menghadiri hari ke dua Pertemuan Dewan Umum PBB yang menganalisa hasil promosi hak perempuan antara tahun 1995 sampai 2000. Pada acara itu ia menyampaikan dampak negatif dari kebijakan neo liberal melalui IMF pada nasib perempuan. Dalam kesempatan itu ia menyampaikan betapa pentingnya kemandirian ekonomi dan politik untuk mempertahankan kedaulatan rakyat.

Di tahun 2001, ia juga sempat berkumjung ke Venezuela dalam rangka menghadiri pertemuan Institut Perempuan Nasional Amerika Latin. Institusi Venezuela mengundangnya sebagai pegiat hak perempuan, sebagai sosok perempuan yang aktif memperjuangkan hak perempuan Amerika Latin. Di tahun yang sama dewan Kuba memberinya gelar sebagai pahlawan perempuan Republik Kuba.

http://marsinahfm.wordpress.com/2013/04/04/vilma-espin-perempuan-revolusioner-kuba/#more-674